Music

Ceritaku di Konser G-Dragon:  Euforia, Memori, dan Rindu yang Terbayar

August 18, 2025
Ceritaku di Konser G-Dragon:  Euforia, Memori, dan Rindu yang Terbayar

THE SHOW IDSemua perjuangan war tiket itu terbayar lunas begitu aku melihat Kwon Ji Yong alias G-Dragon muncul di depan mata. Wishlist-ku akhirnya tercapai: konser K-Pop pertamaku adalah konser G-Dragon!

PS: jangan bingung yaa, G-Dragon, GD, dan Jiyong adalah orang yang sama 🙂

Seniman yang Menghidupkan Panggung

Konser G-Dragon
G-Dragon tidak hanya dikenal sebagai penyanyi tapi juga seniman andal. (Foto: Courtesy of Instagram @xxxibgdrgn)

Semua kegilaan war tiket itu terbayar lunas ketika aku melihat kemunculan G-Dragon (GD) di depan mata! Konser malam itu bukanlah konser biasa. Bagi VIP/FAM (sebutan penggemar BIGBANG dan G-Dragon) yang menggemarinya sejak 10 bahkan 15 tahun yang lalu, tahu benar bagaimana Jiyong, panggilan Kwon Ji Yong,  sangat perfectionist. Dia bukan sekadar idol yang mengikuti arus. Dia seniman, pencipta, visioner, dan jenius yang mempertimbangkan dengan matang apa yang akan dibawa ke atas panggung. 

Bukan sekadar ada kembang api, laser, obor, asap, dan confetti. Semua yang muncul harus selaras dengan lirik, musik, dan outfit yang dikenakan. Semacam pertunjukan musik teatrikal yang bikin penonton terpana. Stage present yang tidak ada duanya.

GD mengentakkan kaki sesuai ketukan musik dan disaat yang bersamaan api akan keluar. Ketika dia menjentikkan tangan, kembang api melesat. Dia memiringkan kepala dan tembakkan laser menyebar kemana-mana. Confetti dan asap juga dimunculkan di momen  yang pas dengan musiknya. 

Tidak ada yang asal. Semua penuh perhitungan dan perfect! Bahkan warna lighting juga disesuaikan dengan lagu yang dibawakan. GD dan timnya memastikan setiap lagu memiliki aura yang berbeda sesuai vibes-nya. Saat membawakan Bullshit misalnya, panggung menjadi merah dengan api yang meledak dalam beberapa ketukan. Sementara, saat Butterfly ditampilkan, cahaya temaram yang hangat memenuhi panggung.

Jiyong pernah berkata bahwa dia tidak mau main-main untuk urusan konser.  ”Saya selalu berfikir bahwa ini mungkin konser terakhir yang saya lakukan. Jadi, saya tidak ingin ada penyesalan,” ungkapnya dalam dokumenter The Act III: M.O.T.T.E ‘Moment of Truth The End’ World Tour yang bisa disaksikan di YouTube Premium.

Selain itu, dia ingin penonton mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan. ”Mereka sudah membayar mahal, mereka sudah meluangkan waktu dan memberikan dukungan, yang bisa saya lakukan adalah memberikan yang terbaik untuk mereka,” ucapnya.  

Dan, apa yang dikatakannya tergambar jelas dalam konser yang berlangsung dua malam itu. Venue Indonesia Arena yang tertutup, ternyata mampu menghadirkan pertunjukkan spektakuler. Pyro yang maksimal, sound system berkualitas membahana, panggung bertingkat, pertunjukkan laser kelas dunia, crane yang naik setinggi cita-cita supaya Jiyong bisa terlihat dengan jelas untuk penonton yang duduk di tribun, dan dua ikon Übermensch raksasa yang muncul tiba-tiba di samping kiri dan kanan panggung. Semuanya terbaik!

Gummy Smile, Yapping, dan Untitled

Penampilan G-Dragon saat konser di Indonesia Arena, Jakarta. Dia terkesan dengan polah dan tingkah fans-nya. Bahkan sampai tak bisa menahan tawa. (Foto: Courtesy of Instagram @xxxibgdrgn)

Tapi, dari semua visual itu, VIP/FAM seolah hanya melihat the one and only, Kwon Ji-Yong. Sejak memulai konsernya, Jiyong menunjukkan persona apa adanya. Bukan sekadar alter ego G-Dragon atau GD. Sebelum hiatus, sangat jarang Jiyong tampil konyol di panggung. Dia menjaga image sebagai leader BIGBANG dan G-Dragon dengan sangat ketat. 

Sekarang, dia tidak ingin itu lagi. Dia melakukan hal-hal yang membuatnya nyaman. Termasuk, menunjukkan beragam personanya. Dan, semua itu “pecah” di Jakarta. Di hari pertama, penonton menanggapi gerakan patah-patahnya dengan iringan ea, ea, ea berulang-ulang seolah dia komedian Tukul Arwana. 

Suara penonton yang menirukan cuitan burung bikin Jiyong kehilangan konsentrasi dan malah jadi ikutan ketawa ngakak. Suara cuitan burung seorang fans itu bikin dia tidak bisa menahan tawanya ketika mau menyanyikan Untitled. Soalnya, lagu patah hati itu harus dinyanyikan dengan nuansa sedih. Jiyong bahkan harus menutupi wajahnya dengan bathrobe-nya dua kali biar tidak tertawa. Di akhir Untitled, alih-alih usai dengan kesedihan, Jiyong mengakhirinya dengan adlibs suara burung itu dan dia tergelak di balik layar yang tertutup. Konsernya menjadi hangat dan lekat. Seperti intimate concert dengan pengunjung terbatas. 

Dia yapping tentang banyak hal dan akan ditanggapi oleh penonton seperti sedang ngobrol meski kadang apa yang dikatakannya tidak terlalu jelas. Jiyong dengan gummy smile-nya bikin seluruh penonton bahagia. 

Di hari kedua, Jiyong rupanya juga berekspektasi akan mengalami kehebohan yang sama. ”Kemarin, luar biasa. Hari ini, saya harap kalian juga bisa lebih dari kemarin. Tapi, jangan lagi ada suara burung ya…” pintanya. Takut enggak bisa nahan tawa lagi, ya, Jiyong! 

Tentu saja enggak, enggak salah… wkwkwkw… Tapi, kali ini bukan suara burung. Salah seorang penonton di sayap kiri panggung mengenakan kostum yang bisa menyala. Melihat kelakuan penontonnya itu, Jiyong tertawa, yapping lagi, bercanda lagi. Ahh, gemas betul! 

Ketika seluruh arena melantukan intro Bang Bang Bang, Jiyong pura-pura berbalik dan meninggalkan arena sambil melambaikan tangan. Itu dilakukan karena di konser sebelum Jakarta, dia pernah berkata bahwa dia tidak ingin menyanyikan lagu BIGBANG. ”Karena ini konser saya dan ini tentang saya,” ucapnya waktu itu. 

Ketika Jiyong melambaikan tangan dan berbalik meninggalkan panggung, penonton pun berteriak kecewa. Tapi, dia kemudian balik lagi menghadap penonton dengan gummy smile-nya yang sangat lebar. “Aku bisa nyanyi enggak nih? Beneran?” kata dia dari jarak semeter dari mic. Dan, Untitled pun mengalun. 

Love Bombing Ala G-Dragon

G-Dragon membawa konsernya ke level berbeda melalui aksi panggung, detail properti, hingga interaksinya dengan penonton di Indonesia Arena, Jakarta. (Foto: Courtesy of Instagram @xxxibgdrgn)

VIP/FAM yang menonton konser pada dua malam itu menyadari sepenuhnya bahwa apa yang terjadi di Jakarta berbeda dengan konser-konser di negara sebelumnya. Jiyong banyak sekali tertawa lepas dan tersenyum. Penonton yang datang pun berusaha mengeluarkan energi yang sama besarnya untuk mengimbangi aura Jiyong. Dan Jiyong pun menyadari itu. 

Salah satu SOP penampil saat manggung di negara dengan bahasa berbeda adalah mengucapkan kata atau kalimat dalam bahasa lokal. Di Jakarta, kata-kata yang dipelajarinya adalah seru enggak? janji, sayangku, dan aku cinta kamu.

Sebagai penggemarnya, kita tahu benar kalau Jiyong ini tidak bisa diminta untuk melakukan sesuatu kalau hatinya tidak sreg, meski itu demi menghidupkan suasana. He does whatever he wants to do, and nobody can ask him otherwise.

Dan di Jakarta, Jiyong menghujani penggemarnya dengan kalimat ‘aku cinta kamu’ itu. Bukan hanya sekali, tapi berulang. Bahkan intro lagu Gyro Drop diganti dengan kalimat aku cinta kamu, aku cinta kamu, aku cinta kamu. Saat send off di hari kedua, sebelum meninggalkan panggung, dia terus berkata aku cinta kamu sambil berdansa kecil. Love bombing yang tidak terduga.

Itu belum selesai. Di malam kedua konser, saat hendak pindah ke hotel yang lain karena banyak penggemar yang mendatangi hotel tempatnya menginap, Jiyong melakukan live Instagram. Sesuatu yang jarang dilakukannya. Sekali lagi, kalimat aku cinta kamu diucapkannya berulang. Belum lagi dengan kata-kata sayangku dan sampai jumpa lagi. Sumpah, dia bikin kita merasa bisa memilikinya padahal, ya, enggak. 

Love bombing Jiyong di Jakarta -semacam ge-er, tapi sudah lah yah- terlihat sejak dia landing. Akun IG @8lo8lo8lowme memposting foto Jiyong di kamar hotel keesokan hari setelah dia sampai Jakarta. Sebelum konser dimulai, akun yang sama merekam Jiyong membuat puisi akrostik dengan kata ‘Jakarta’. Untuk lelaki 37 tahun, sebutan kiyowo (cute) mungkin tidak pas, tapi dia memang kiyowo. Gimana dong?

Ketika Bodyguard G-Dragon Ikut Jadi Idol Dadakan

Konser G-Dragon
Photo card bodyguard G-Dragon yang dibuat khusus untuk konser GD di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Konsernya memang usai. Tetapi, kenangannya kayaknya bakal susah ilang. Banyak hal yang dia ungkapkan saat konser. Tentang album barunya, apa yang dilakukannya saat hiatus, pikiran-pikiran mendalamnya, dan memastikan kalau BIGBANG akan kembali tahun depan! ”Tahun depan, saya akan datang bersama saudara-saudara saya. Sampai saat itu tiba, tunggu ya. Janji,” katanya.

Dan, buat VIP-FAM, konser dua hari itu bawa banyak cerita yang tidak terbayangkan sebelumnya. Mulai war tiket, berburu Day-G Bong (light stick GD), menyiapkan outfit, pun jor-joran bagi-bagi freebies. Tidak hanya individual, akun-akun fanbase pun bekerja keras untuk memastikan VIP-FAM mendapatkan pengalaman tidak terlupa saat konser. 

Mereka mengingatkan untuk selalu behave saat konser. Seperti memastikan untuk menjaga marwah untuk anteng saat Jiyong berbicara, sing a long, dan nge-hype sehebohnya untuk menghidupkan suasana. Donasi-donasi juga dibuka untuk kelancaran project-project konser. Mulai baliho tambahan, freebies, camilan plus minum, photo booth, sampai bus dengan stiker G-Dragon keliling Jakarta. 

Salah satu project fanbase yang mungkin tidak akan dilupakan sama fanbase adalah bikin photo card (PC) para bodyguard Jiyong. Dikisahkan pemilik akun Threads @happybabygd yang menjadi salah satu pengurus akun fanbase GD @gdynasty_indonesia, mereka diminta mencetak PC bodyguard GD dalam waktu semalam.

Diceritakan @happybabygd, waktu day 1, salah seorang pengurus Gdynasty Indonesia, @chyntia_kwon membagikan PC Jae Ho, salah satu bodyguard GD yang paling famous. Ternyata, tim Galaxy Corp., manajemen GD, melihatnya di media sosial dan langsung menghubungi @chyntia_kwon

”Dia diminta suruh bikin photo card buat bodyguard-bodyguard inti GD yang ada empat orang. Permintaan itu diajukan pukul 18.00 dan sudah harus siap besok paginya alias pas kosner day 2. Padahal waktu itu, @chyntia_kwon sudah berada di dalam venue buat nonton konser day 1. Akhirnya dia telpon tim Gdynasty Indonesia sambil nangis dan minta tolong untuk bikinin PC itu,” cerita @happybabygd.

Jumat malam, dengan kondisi jalanan padat Jakarta, mereka diminta bikin PC. Belum lagi dengan fakta bahwa mereka tidak terlalu familiar dengan bodyguard lain selain Jae Ho. ”Paling Om Lim saja selain Jae Ho. Akhirnya gedubrakan lah cari-cari foto yang bagus sama cari tempat printing. Yang di Jakarta koordinasi, ada Angel, tim kami yang ngumpulin foto-foto pilihan, ada yang di luar negeri juga buat bantuin cari fotonya, yang nge-print di Tangsel, jadilah PC itu,” imbuhnya. 

Photo card dadakan itu mendapat sambutan hangat. Katanya, Om Tiger (panggilan sayang Jae Ho) suka dengan PC itu dan GD yang melihat juga tertawa. 

Penutup Manis Tur Asia Pasifik

Konser G-Dragon
G-Dragon berjanji tahun depan akan kembali lagi, bersama BIGBANG.(Foto: Courtesy of Instagram @xxxibgdrgn)

G-Dragon menutup konser G-Dragon 2025 World Tour [Übermensch] di kawasan Asia Pasifik dengan pertunjukan tiga hari di Hong Kong pada 8-10 Agustus lalu. Berdasar hitungan kasar, Asia Pasifik menyumbang 460 ribu pengunjung. Usai ini, GD melanjutkan konsernya di kawasan Amerika dan Eropa. 

Kemudian, seperti janjinya, dia dan BIGBANG akan comeback tahun depan. Tahun ini, 19 Agustus nanti, BIGBANG berusia 19 tahun. Tahun depan, usia BIGBANG 20 tahun. Salah satu media di Hong Kong menulis kalau tim Galaxy sudah booking salah satu arena untuk konser BIGBANG pada Maret 2026. Sampai saat itu datang, ingatan tentang Übermensch, G-Dragon, dan Kwon Ji Yong akan terus melekat. 

Terima kasih sudah kembali. Terima kasih sudah bekerja keras dan menunjukkan bahwa semua kebaikan pada akhirnya akan datang untuk kita semua. Sampai jumpa lagi, Kwon Ji Yong. Aku cinta kamu. (*)

Kredit Foto: Courtesy Instagram @xxxibgdrgn

Penulis: Dwi Shintia Irianti, seorang VIP-FAM yang akhirnya memenuhi wishlist menjadikan konser G-Dragon sebagai konser K-Pop pertamanya.

Editor: Janesti

Janesti
Follow Me