Movie

Thunderbolts, Geng Antihero yang “Promosi” jadi Avengers Baru 

June 28, 2025
Thunderbolts, Geng Antihero yang “Promosi” jadi Avengers Baru 

THE SHOW ID – Terjawab sudah kenapa ada tanda asterisk alias tanda bintang di judul film Marvel, Thunderbolts*. Judul Thunderbolts* ternyata memang placeholder alias sementara. Tanda tersebut rupanya sebuah petunjuk buat mengungkap nama sebenarnya dari kumpulan antihero Marvel ini, yaitu Avengers Baru alias The New Avengers. 

Lewat Thunderbolts*, Marvel Studios mencoba untuk memunculkan keseruan buat menggerakkan lagi hati penggemarnya. Judul film yang dibikin placeholder adalah salah satu keseruan sekaligus strategi promosi yang cerdas, buat membangun antisipasi penonton. Aksi ganti judul dari Thunderbolts* menjadi The New Avengers di tengah-tengah masa promosi, cukup berhasil bikin film ini jadi perbincangan.  

Di sisi lainnya, film rilisan akhir April itu dapat sambutan positif. Skornya di Rotten Tomatoes mencapai 88 persen, sedang di Letterboxd ada di 3,7/5 dari total 6,7 ribu pengulas. Di box office, Thunderbolts* mencatatkan pendapatan yang lumayan. Hingga akhir Mei, film itu ada di peringkat kelima film rilisan 2025 terlaris. Sayangnya, progresnya cukup lesu dan bahkan jadi rilisan MCU dengan pendapatan terendah kedua. Meski begitu, menurutku Thunderbolts* film yang bagus dan memberikan sensasi berbeda. Rasanya seperti nonton film superhero, tapi nuansanya bukan film superhero. Thunderbolts* lebih meng-highlight sisi manusia karakter-karakternya sesuai jargon film ini: not super, not heroes, not giving up.  

Berbeda dari rilisan MCU di fase-fase terbarunya yang fokus dengan sekuel atau standalone, Thunderbolts* menghadirkan geng baru. Bukan Avengers, bukan juga superhero yang menonjol (apalagi sampai punya filmnya sendiri). Alhasil, banyak pertanyaan muncul: benarkah Thunderbolts tandingan Avengers? Siapa yang lebih kuat, Thunderbolts atau Avengers?

Waktunya Karakter Pendukung jadi Bintang Utama

Avengers Baru
Kanan ke kiri: John Walker (Wyatt Russell), Yelena Belova (Florence Pugh), Bob (Lewis Pullman) dan Ava Starr/Ghost (Hannah John-Kamen). Empat dari enam member Thunderbolts. (Foto: Marvel Studios)

Thunderbolts* mengisahkan Yelena Belova (Florence Pugh), John Walker (Wyatt Russell), Antonia Dreykov/Taskmaster (Olga Kurylenko), dan Ava Starr/Ghost (Hannah John-Kamen) yang secara terpisah diutus untuk menjalankan misi CIA di satu lokasi rahasia. Alih-alih diminta bersatu, bos CIA Valentina de Fontaine (Julia Louis-Dreyfus) justru menyuruh mereka saling bunuh.

Valentina melakukan hal itu supaya tidak digulingkan dari posisinya. Valentina terlibat dalam Sentry, proyek penciptaan manusia super, namun percobaan itu dinilai gagal. Makanya kongres berusaha untuk menjegalnya. 

Rencana Valentina berantakan. Para “utusan” yang diberi misi, malah berkongsi, dengan dukungan Bucky Barnes/Winter Soldie (Sebastian Stan) dan Alexei Shostakov/Red Guardian (David Harbour). Ditambah, ada satu orang bernama Bob (Lewis Pullman), yang tiba-tiba terseret dalam konflik ini, membuat Yelena, John Walker, Taskmaster, dan Ghost makin bingung. Bob adalah salah satu “tikus percobaan” proyek Sentry yang luput dari pantauan Valentina. Bob memiliki gangguan mental dan amnesia, yang membuat emosinya sangat labil. Bob inilah yang menjadi “menu utama” film ini.

Dibanding Avengers yang anggotanya kualitas premium, Thunderbolts memang nyeleneh. Geng itu berisikan sidekick dan superhero hasil “proyek” eksperimen. Di MCU (Marvel Cinematic Universe), mereka juga muncul di film dan serial yang berbeda. Dan yang perlu diingat, mereka bukan karakter utama (kecuali Bucky Barnes/Winter Soldier). Sutradara Jack Schreier menilai, sisi aneh inilah yang jadi kekuatan film. “Terus terang, mereka adalah geng yang paling tidak tertebak. Tapi, mereka sama seperti kita. Semua orang bisa relate dengan para karakter ini. Mereka mengalami nasib tak terduga, keinginan mereka tidak berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Villain yang Kurang “Villain”

Avengers baru
Karakter Valentina Allegra de Fontaine (Julia Louis-Dreyfus) mencerminkan peran antagonis di film Thunderbolts*, tapi apakah benar dia villain-nya? (Foto: Marvel Studios. © 2024 MARVEL)

Susah buat menebak siapa si jahat di Thunderbolts*. Bisa jadi Bob/The Sentry. Ketika kondisi mentalnya buruk, dia berubah menjadi Void, menciptakan kegelapan tidak terbatas dan  membuat manusia jadi bayangan hitam, mengirim mereka ke dimensi buatannya sendiri, yang hanya berisi ketakutan dan mimpi buruk. Ada juga yang berteori, Valentina-lah karakter jahatnya. Dia menciptakan misi kejam, baik lewat proyek The Sentry maupun mengirim agennya untuk saling bunuh.

Tapi, menurut sang sutradara, villain Thunderbolts* adalah diri mereka masing-masing. Tiap karakter memiliki isu dan masalah, yang tanpa sadar “mengungkung” diri mereka. Karena itu, film ini lebih menonjolkan cerita dari latar belakang psikologi. Sutradara memperlihatkan sisi humanisme dan emosi dari masing-masing karakternya. “Meski setiap orang punya trauma dan sudut pandang berbeda, kalau mau terbuka dan menjalin koneksi, mereka bakal tahu, ada orang lain yang bisa memahami kondisi mereka,” kata sutradara Jack Schreier.

Sahabat Jon Watts (atau sutradara Spider-Man versi Tom Holland) itu memastikan, konflik itu tidak bakal membuat Thunderbolts* terasa berat. “Ada seabrek adegan laga. Kami menghancurkan semuanya, crane berjatuhan, limosin meledak…seluruhnya direncanakan untuk memperkaya cerita dan mendukung narasi,” tegasnya.

Bob, Calon Jagoan baru di MCU

Bob bisa berubah jadi The Sentry maupun Void. Karakter bernama asli Robert Reynolds itu punya dua sisi. (Foto: Marvel Studios)

Tidak ada yang tahu apa saja potensi Bob. Bahkan geng Thunderbolts pun enggak paham. Karakter bernama asli Robert Reynolds itu punya dua sisi. Pertama The Sentry: manusia dengan kekuatan, kecepatan, dan kemampuan indera super. Molekul tubuhnya yang mampu menembus ruang dan waktu, bahkan melintasi timeline berbeda. Kedua, Void, sebuah entitas yang merupakan sisi gelap super serum. Dia memiliki kemampuan super yang merusak. Di antaranya, ‘menyerang’ pikiran lawannya dengan menghadirkan kilasan masa lalu atau masa depan.

Pencipta tokoh Sentry, Paul Jenkins, menilai, karakter itu mirip dengan ciptaannya sebelumnya yaitu, Hulk. “Mereka sama-sama menilai, kekuatan super mereka adalah masalah mereka,” paparnya sebagaimana dikutip Screen Rant. Dia menilai, Sentry maupun Void punya ‘kepribadian’ masing-masing yang tak lepas dari inangnya, Bob. “Tidak sesimpel baik versus buruk,” tegasnya.

Karakter yang kompleks ini diakui bikin Lewis Pullman, aktor yang memerankan Bob, pusing. Tantangannya pun makin ekstra, sebab Bob dan The Sentry punya fisik berbeda. Dia mengaku berutang budi pada personal trainer Brendan Johnston yang membantunya menemukan pola latihan dan diet yang tepat.

“Aku berlatih boxing, yang kusukai banget tapi jarang kulakukan. Aku tidak suka berlari. Aku enggak suka merasa mau mati tiap selesai latihan, karena itu membuatku jadi malas ke gym,” paparnya dalam wawancara dengan Men’s Health. Saking stresnya dengan latihan yang berat, dia pun membalas dendam usai take dengan makan berbagai jenis junk food sekaligus.

Florence Pugh: Semoga Yelena Senang Sekarang

Avengers Baru
Yelena Belova (Florence Pugh) mendapatkan peran utama di film THUNDERBOLTS*. Sebelumnya karakter ini adalah sidekick di film Black Widow. (Foto: Marvel Studios. © 2024 MARVEL).

Di Thunderbolts*, Yelena Belova akhirnya menjadi tokoh utama. Perubahan itu pun membuka kesempatan Florence Pugh buat melakukan lebih banyak hal. Termasuk, melakukan stunt di pembuka film, ketika Yelena melompat dari Menara Merdeka 118, bangunan tertinggi kedua di dunia yang ada di Kuala Lumpur, Malaysia.

Aksi itu dia lakukan dengan dua perempuan lainnya: stunt coordinator Heidi Moneymaker dan base jumper Katie Hansen. “Hari itu adalah pencapaian buat kami semua. Kami bekerja bareng buat stunt itu, sungguh cara keren dan powerful buat membuka film!” lanjut aktris yang tergabung dengan Marvel sejak 2019 itu saat diwawancara Variety.

Dia menyatakan, Thunderbolts* benar-benar meng-highlight Yelena. Baik sisi kuat dan sisi rapuhnya sekaligus, kepribadian periangnya, maupun sikap suka menolongnya. “Kuharap dia bahagia sekarang, merasa cukup dan memiliki tujuan hidup. Kuharap, kita bisa melihat lagi sisi riang, menarik, dan penuh warnanya lagi. Aku suka memerankannya,” harapnya.

Avengers Bakal Pecah Jadi Dua Kubu Lagi?

Avengers baru
Thunderbolts yang diumumkan sebagai Avengers Baru, meninggalkan banyak pertanyaan dan teori tentang cerita selanjutnya dari MCU. (Foto: Marvel Studios).

Di post credits, New Avengers jadi unit baru yang punya markas baru (di gedung lawas Avengers), juga seragam baru. Mereka dikisahkan juga sedang berkasus dengan Sam Wilson/Captain America –yang diperankan Anthony Mackie– perkara hak guna logo Avengers. Padahal, Sam Wilson (di akhir film Captain America: Brave New World) juga berusaha mengumpulkan lagi para Avengers.

Sekilas, munculnya “perselisihan” itu mengingatkan fans MCU pada Captain America: Civil War. Di film yang rilis pada 2016 itu, para pahlawan super terbelah dalam tim Iron-Man dan tim Captain America. Bukan enggak mungkin, bakal muncul Civil War jilid dua. Ada kubu New Avengers yang berisikan Yelena, Winter Soldier, John Walker, Red Guardian, Ghost, dan Bob. Plus, amat mungkin dengan Fantastic Four seperti diungkap di post credits kedua Thunderbolts*. Sementara, di Avengers versi Sam Wilson, baru ada Captain America dan Falcon/Danny Ramirez (Joaquin Torres).

Perpecahan ini jelas jadi masalah baru. Maklum, calon lawan Avengers (versi mana pun) nantinya adalah Doctor Doom, yang bakal jadi come back Robert Downey Jr. di MCU. Meski tidak ungu dan raksasa seperti Thanos, Doctor Doom adalah salah satu karakter paling cerdas di Marvel. Dengan kemampuan intelektualnya, karakter bernama asli Victor Von Doom itu bahkan menjadikan Latveria –negara pimpinannya– jadi salah satu negara dengan sistem dan alat pertahanan terkuat.

Untuk sekarang, fans mungkin harus puas dengan anabel (alias analisis gembel) masing-masing tentang siapa saja Avengers yang bakal masuk di tim New Avengers atau Captain America. Atau, siapa saja superhero baru yang bakal muncul di MCU. Soalnya, Avengers: Doomsday baru akan rilis 18 Desember 2026.(*)

Penulis: Fahmi 

Editor: Janesti

Kredit Foto: Marvel Studios

Janesti
Follow Me