Movie

Deadpool & Wolverine: Film Superhero Sadis Tapi Komedi!

April 12, 2025
Deadpool & Wolverine: Film Superhero Sadis Tapi Komedi!

THE SHOW IDKatanya dunia lagi bosen sama film superhero. Fatigue. Isinya sekuel melulu. Selain itu, kita perlu ingat silsilah karakter dan semesta asal mereka, biar makin paham jalan cerita pas nonton sekuelnya.  Well, sebetulnya pas nonton film ini, kita masih perlu ingat silsilah, sih. Sedikiiit aja tapi. Kalaupun sama sekali nggak ingat, nggak ada masalah, karena nggak akan mengganggu kenikmatan ngikutin jalan ceritanya. Untungnya Deadpool & Wolverine selamat dari pusara “kebosanan penonton terhadap film superhero”. 

Secara imajinasi dan fantasi, ekspektasi penonton terpenuhi. Betul, film ini R-rated alias dilarang buat ditonton sama mereka yang belom berusia 17 tahun, karena banyak adegan eksplisit dan tebas sana-sini. Tapi entah kenapa, itu nggak bikin suasananya jadi mencekam dan gelap. Menu utama dari film ini adalah guyonan-guyonan dalam dialognya. Fox, Disney, Marvel, semuanya kena roasting sama Deadpool! Unsur komedi ini yang justru bikin Deadpool & Wolverine jadi film yang semenyenangkan itu. Enggak heran kalau film dikasih penghargaan Best Comedy dari Critics Choice Awards 2025.

Penonton yang pure cari hiburan bakal dibawa ketawa, menyanyi, dan geleng-geleng kepala sejak menit pertama. Formula yang solid inilah yang bikin Deadpool x Wolverine dicintai banyak penontonnya! Saranku, tontonlah film ini minimal sekali, mumpung udah bisa di streaming di Disney+ Hotstar.  

Deadpool & Wolverine  Masuk Klub 1 Miliar Dolar

Film superhero
Deadpool & Wolverine adalah film yang menandai kalau X-Men universe masuk ke Marvel Cinematic Universe. (Foto: Jay Maidment. © 2024 20th Century Studios / © and ™ 2024 MARVEL.)

Buat karakter Deadpool, film ketiga ini sekaligus menandai perjalanan barunya di layar lebar. Setelah sebelumnya bernaung di 20th Century Fox atau Fox, per 2024 Deadpool sudah resmi jadi bagian Marvel Cinematic Universe (MCU). Hal ini terealisasi setelah Fox diakusisi oleh Disney pada 2019. Dengan begitu, semesta X-Men (termasuk Deadpool) yang sebelumnya dipegang Fox, akhirnya bisa “dibawa pulang” ke Marvel Studios. Deadpool x Wolverine sendiri menjadi film ke-34 MCU.  

Dan setelah filmnya rilis di layar lebar,  Deadpool x Wolverine memperlihatkan kalau “perjalanan barunya” ini sukses besar. Film ketiga installment Deadpool ini mengumpulkan pendapatan global USD 444,1 juta (setara Rp 7,49 triliun) di minggu pertama tayang. Mengalahkan  pemegang rekor box office untuk film R-rated sebelumnya yakni Deadpool (2016), yang meraup USD 264 juta (setara Rp 4,47 triliun). 

Film garapan sutradara Shawn Levy itu juga mengalahkan “film mahal” lainnya, Avatar: The Way of Water sebagai film berpendapatan pekan pembuka secara global tertinggi. Film kedua Avatar itu meraup “hanya” USD 439 juta (setara Rp 7,41 trilun).

Total, Deadpool & Wolverine memecahkan 22 rekor selama penayangannya. Saking banyaknya, Ryan Reynolds –pemeran utama sekaligus produser Deadpoolshock sendiri. “Lumayan sulit dicerna. Tapi, terima kasih buat semuanya yang nonton film ini di akhir pekan,” tulisnya di Instagram story pada Juli 2024.

Tak cuma itu, film yang sempat dikhawatirkan bakal sulit “berbaur” sama film-film MCU lainnya yang lebih ke “film keluarga” ini ternyata malah bisa langsung melenggang ke Klub 1 Miliar Dolar alias daftar film-film MCU yang berpenghasilan lebih dari USD 1 miliar (setara Rp 16,86 triliun). Berdasarkan data Box Office Mojo, total pendapatan film Deadpool x Wolverine secara global mencapai USD 1.338.073. 645 (setara Rp 22,54 trilun).

Jadi, boleh lah ya bilang kalau karakter jagoan yang nyeleneh dengan rating dewasa macam Deadpool ini bisa eksis di MCU! 

Ryan Reynolds Undang Sendiri Para Cameo

Film superhero
Jennifer Garner tampil jadi cameo sebagai Elektra. (Foto: 20th Century Studios/Marvel)

Apa lagi sih yang bikin film ini wow dan spektakuler? Tentu saja deretan cameo yang bertebaran. Bukan cuma menghadirkan nama-nama aktor besar tapi juga ‘memunculkan” lagi karakter-karakter Marvel yang bisa dibilang lagi vakum. Sebut saja Jennifer Garner yang memerankan Elektra, Wesley Snipes yang kembali memerankan Blade, Channing Tatum yang memainkan karakter Gambit, Henry Cavill yang memerankan varian Wolverine yang dijuluki “The Cavillrine”, Chris Evans yang muncul lagi sebagai Johnny Storm/Human Torch (jangan lupa, sebelum jadi Captain America, Evans adalah bagian dari semesta Fantastic Four-nya Fox), Dafne Keen yang memerankan lagi Laura/X-23, dll.  

Di balik banyaknya bintang di film Deadpool x Wolverine, ada Ryan Reynolds dan Shawn Levy yang aktif membujuk dan merayu para nama besar tersebut. Tapi, ada pengecualian buat Hugh Jackman, pemeran Wolverine. Reynolds menceritakan, kembalinya Jackman terjadi karena timing pas. “Hugh menelepon di momen sempurna dan bilang dia tertarik balik dan melakukan (peran Wolverine) sekali lagi. Tugasku tinggal ‘membawa’ hal itu ke Kevin Feige dan menjual ide itu,” ungkapnya dalam wawancara dengan Collider.

Reynolds juga secara pribadi nge-chat Chris Evans buat memintanya memerankan lagi Johnny Storm/Human Torch, peran superhero pertamanya sebelum Captain America. Evans mengingat, Reynold mengirimnya chat yang isinya sesumbar bakal bikin MCU ‘pecah’. Ide itu langsung disambut hangat Evans. “Melihat Johnny Storm (bahkan buat sekejap mata) seperti melihat seseorang yang kau kangeni bangkit dari kematiannya di mimpimu. Terlalu singkat dan indah,” tulisnya di Instagram. Evans juga makin happy gara-gara karakternya akhirnya bisa misuh di MCU!

Deadpool Perjuangkan Nasib Gambit

Channing Tatum (kiri) berperan sebagai Gambit. Dia punya ‘sejarah’ tersendiri dengan karakter Gambit. (Foto: 20th Century Studios/Marvel)

Impian Channing Tatum memerankan Gambit –yang sudah diusahakan sejak 2014– pupus. Fox, sebagai rumah produksi yang awalnya memberikan lampu hijau, pada akhirnya malah menyalakan lampu merah kepada Tatum. Tapi, Reynolds berhasil mewujudkan cita-cita itu, meski sekilas. “Kupikir, aku bakal kehilangan Gambit selamanya. Tapi, dia (Reynolds) berjuang buatku dan Gambit. Aku berutang budi padanya, mungkin selamanya. I love ya buddy,” ungkapnya dalam wawancara dengan E! Online.

Debut karakter Gambit di layar lebar terjadi tahun 2009 di film X-Men Origins: Wolverine. Bukan Channing Tatum yang memerankannya melainkan Taylor Kitsch. Tapi Tatum-lah yang selama satu dekade terakhir mencoba membuat film solo Gambit, namun gagal. Mengutip Time, Tatum mengungkapkan dalam proses tersebut banyak hal yang terjadi seperti gonta-ganti sutradara. Bahkan Tatum dan rekan produsernya, Reid Caroline, menawarkan diri untuk menyutradarai film tersebut. Namun, Fox menolak. “Pihak studio benar-benar tidak ingin kami yang menyutradarainya. Mereka maunya orang lain, karena kami belum pernah menyutradarai apapun,” kata Tatum kepada Variety. Selain itu tidak terjadi kesepakatan antara Fox dan Tatum mengenai penggambaran karakter Gambit. 

Setelah Fox diakuisisi Disney, Tatum makin putus asa karena merasa proyek film solo Gambit bakal sulit diwujudkan. “Karena setelah Fox menjadi bagian dari Disney, tentu Marvel punya rencana tersendiri terhadap karakter ini, yang mungkin secara tone sangat berbeda dengan apa yang ingin aku buat,” lanjutnya. Karena itu Tatum bilang, dia secara mental dan emosional, telah melepaskan keinginannya merealisasikan proyek film solo Gambit ini.  

RDJ Tolak Cameo Karena Peran Baru

Ryan Reynolds sebagai pemeran Deadpool sekaligus eksekutif produser film tersebut sempat mengajak Robert Downey Jr untuk jadi cameo tapi ditolak. (Foto 20th Century Studios/Marvel)

Tak semua undangan Ryan Reynolds buat para bintang besar untuk jadi cameo di film Deadpool & Wolverine  bersambut. Dua penulis naskah film ini, Rhett Reese dan Paul Wernick menyatakan, di naskahnya, mereka menampilkan enam jagoan Avengers termasuk Iron Man yang diperankan Robert Downey Jr alias RDJ. Tapi, tawaran itu ditolak.

Belakangan, mereka baru tahu, penolakan itu gara-gara RDJ bakal memerankan karakter baru yang tak lain dan tak bukan, supervillain Doctor Doom. “Kami tidak tahu tentang Doctor Doom. Dan enggak mungkin dia memerankan dua peran sekaligus. Kami sempat mikir, ‘enggak ada yang bilang ‘tidak’ ke Ryan Reynolds,” ungkap Wernick saat diwawancara IndieWire.

Ribet Sendiri Siapkan Stok Jokes

Film Superhero

Guyonan-guyonan di Deadpool x Wolverine cukup luas. Ada slapstick, hingga roasting yang sifatnya pribadi. Menggarap naskah dengan jokes personal jelas enggak mudah. Hal itu diakui Ryan Reynolds. Dia menyatakan, seluruh lelucon yang dia lontarkan seluruhnya ditulis dan disiapkan dengan matang.

“Orang-orang mungkin mikir, aku improvisasi banyak banget, tapi sebenarnya aku menulis lima sampai delapan jokes alternatif di tiap celetukan dan dialogku. Bukan hanya buat karakterku, tapi juga cast lainnya,” ujarnya dalam siniar Not Skinny but Not Fat. Reynolds membocorkan, raw cut-nya cukup panjang dan ada yang gagal kocak.

Dipakai Jadi Soundtrack, Lagu Bye Bye Bye Milik NSYNC Ngehit Lagi  

NSYNCH, boyband yang memopulerkan lagi Bye Bye Bye tahun 2000 lalu. (Foto: Instagram @nsynch)

Satu adegan yang paling membekas dari Deadpool x Wolverine adalah pembukanya. Film dibuka dengan Deadpool yang menarikan Bye Bye Bye milik NSYNC. “Sesi karaoke” pun dilanjutkan dengan Iris-nya Goo Goo Dolls, I’m With You milik Avril Lavigne, sampai hits lawas Green Day dan Madonna. Penggemar K-pop pun dihibur dengan Slash, soundtrack orisinal yang dibawakan Stray Kids.

Kemunculan itu langsung bikin lagu-lagu tersebut meroket di chart. Setelah film Deadpool & Wolverine rilis, Bye Bye Bye masuk di Top 50 Spotify Amerika Serikat. Angka streaming-nya melonjak sampai 382 persen. Dance challenge-nya pun tersebar di media sosial mana pun. Tentu, koreografer Bye Bye Bye Darrin Henson happy berat. Dia menceritakan, dance itu adalah salah satu karya terbaiknya. “Koreografinya dibuat untuk menunjukkan NSYNC yang ‘baru’ dan lebih berkembang. (Manager NSYNC) Johnny Wright memintaku bikin dance yang menunjukkan kekuatan, empowerment, dan kebebasan,” ujarnya dalam wawancara dengan Forbes.(*)

Penulis: Fahmi

Editor: Janesti

Kredit Foto: 20th Century Studios/Marvel.

Janesti
Follow Me