K-Content

Tutorial Hidup Ala Gwan Sik dan Ae Sun

May 25, 2025
Tutorial Hidup Ala Gwan Sik dan Ae Sun

THE SHOW ID – Andai boleh milih lagu buat soundtrack, mungkin Gwan Sik dan Ae Sun bakal nyanyi begini: Bun, hidup berjalan seperti bajingan, sekeras-kerasnya. Karena memang seperti lirik lagu Bertaut milik Nadin Amizah itulah, hidup yang harus dijalani Gwan Sik dan Ae Sun, pasangan suami istri dari Pulau Jeju di drama Korea When Life Gives You Tangerines atau WLGYT. Gwan Sik (diperankan Park Bo Gum) dan Ae Sun (yang diperankan IU) menjalani hidup yang memang kecut banget. 

Mereka adalah warga biasa dengan hidup yang biasa saja. Buat Ae Sun, boleh dibilang hidupnya malah lebih sengsara dan kekurangan dibanding Gwan Sik. Keseharian mereka seringnya tidak menyenangkan: ditipu, diremehkan, enggak diinginkan….

Maklum, the name is also life alias namanya juga hidup. 

Meski hidup susah, Gwan Sik dan Ae Sun sangat kuat bergandengan tangan. Udah enggak terhitung berapa banyak mereka mengalami kesusahan, tapi toh tetap berhasil melaluinya dan bangkit. Berjuang dan bertahan bareng, bahkan berhasil mengantar anak-anaknya menjalani hidup yang lebih layak. Kisah inilah yang bikin penggemar drakor jatuh hati, bahkan ikutan terbawa perasaan selama nonton. 

WLGYT tidak cuma tentang kisah cinta Gwan Sik dan Ae Sun. Ada isu generational gap antara mereka dengan orang tua, maupun antara mereka dengan anak-anaknya. Lalu, kesenjangan ekonomi sampai sosial yang dihadapi Yang Geum Myeong, putri sulung Gwan Sik dan Ae Sun yang berkuliah di Seoul.

Dengan cerita yang kompleks yang menyentuh, WLGYT jelas layak masuk serial drama wajib tonton di 2025. Meski, nontonnya sambil nangis, yaaa. Soalnya, nonton drakor ini serasa nonton tutorial menjalani kehidupan, yang menyadarkan bahwa hidup setelah dewasa ternyata seberat itu. Dengan segala hadah-hedeh, enggak ada pilihan lain selain hadapi dan terus jalan ke depan.

Kisah Cinta Ugal-ugalan Dua Sejoli Pulau Jeju

Gwan Sik dan Ae Sun
(Kiri ke Kanan) Park Bo-gum sebagai Yang Gwan-sik, IU sebagai Oh Ae-sun di drakor When Life Gives You Tangerines. (Foto: Yoo Eun-mi/Netflix © 2025)

When Life Gives You Tangerines adalah serial orisinal produksi Netflix Korea, dengan naskah yang ditulis Lim Sang Choon (Fight for My Way, When the Camellia Blooms) dan disutradarai oleh Kim Won Seok (My Mister, Signal, Arthdal Chronicles). Rilis serialnya unik: 16 episode dicicil rilis selama empat tahap tiap minggu. Menceritakan kisah Ae Sun, yang diperankan IU dan Moon So Ri (versi tua), serta Gwan Sik (diperankan Park Bo Gum dan Park Hae Joon).

Gwan Sik dan Ae Sun lahir dan besar di Jeju. Gwan Sik adalah putra keluarga Yang, sementara Ae Sun dibesarkan oleh seorang haenyeo (nelayan selam perempuan) dan tinggal dengan keluarga tirinya. Sejak SD, Gwan Sik adalah budak cinta alias bucin Ae Sun. Tapi, cintanya bertepuk sebelah tangan. Ae Sun bermimpi menikahi pria dari Korea daratan, alias dari luar Jeju.

Usaha ugal-ugalan Gwan Sik terbayar. Ae Sun luluh. Mereka menikah muda. Tapi, pernikahan itu justru jadi “gerbang masalah” baru. Gwan Sik dan Ae Sun dipepet masalah dari berbagai arah. Dengan usaha ekstra keras, mereka berhasil mewujudkan hidup yang lebih baik buat tiga buah hati mereka, Geum Myeong, Eun Myeong, dan Dong Myeong. Kegigihan Gwan Sik dan Ae Sun, menghadirkan banyak kemudahan dalam hidup anak-anak mereka. Bahkan, mampu mengantar Geum Myeong ke bangku universitas, yang merupakan impian ibunya.

Semua Gwan Sik dan Ae Sun Dirayakan (Oleh Penonton)

Gwan Sik dan Ae Sun
(Kiri ke Kanan) IU dan Park Bo-gum memerankan Ae Sun dan Gwan Sik dari masa sekolah hingga berkeluarga. (Foto: Yoo Eun-mi/Netflix © 2025)

Kegigihan Gwan Sik dan Ae Sun “menjinakkan” hidup bikin penonton jatuh hati. Sepanjang Maret–Mei 2025, When Life Gives You Tangerines selalu ada di 10 besar serial non berbahasa Inggris paling banyak ditonton di Netflix. Selama itu pula, drama dengan biaya produksi KRW 60 miliar atau sekitar Rp 716,3 miliar ini sudah ditonton 37,2 juta kali. Survei Gallup Korea juga menunjukkan, kisah Gwan Sik dan Ae Sun itu menjadi program favorit di Korea pada Maret–April.

“Penyakit” baru bernama Gwan-sickness pun muncul gara-gara drama ini. Gejalanya, kebutuhan kronis akan lelaki ideal seperti Gwan Sik meningkat. Di dunia maya, netizen Indonesia bahkan menyebut Gwan Sik sebagai Duta Cowok Green Flag. Kritikus Choi Kang Hee menyatakan, Gwan-sickness muncul gara-gara penggambaran karakter ideal dalam sosok lelaki terhadap pasangannya. “Di sisi lain, tren ini juga menumbuhkan apresiasi perempuan pada pasangan, sahabat, atau keluarga yang memiliki sifat Gwan Sik,” imbuhnya.

WLGYT pun dapat lima bintang dari penduduk asli Jeju. Komunitas perempuan pelukis Jeju mengakui, penggambaran kisah Gwan Sik dan Ae Sun menggemaskan sekaligus bikin nostalgia. Mereka mengakui, menjalin cinta dengan tetangga bukan hal asing di masa lalu. Transportasi di Jeju belum berkembang kala itu, sehingga mayoritas penduduk di sana menikah dan menghabiskan hidup dengan teman masa kecil mereka.

WLGYT yang menggambarkan perjalanan hidup tiga generasi sebuah keluarga ini juga sukses menang besar di Baeksang Art Awards 2025. Serial itu memborong empat piala, terbanyak di antara drama-drama lainnya. WLGYT menang di kategori serial drama, penulis naskah, serta kategori aktor serta aktris pendukung.

Terinspirasi Dari Kisah Nyata Penduduk Jeju

Selain menampilkan kehidupan masyarakat Jeju, cerita cinta Gwan Sik dan Ae Sun ternyata juga terinspirasi dari kisah nyata pasutri di pulau tersebut. (Foto: Yoo Eun-mi/Netflix © 2025)

Cerita dari drama When Life Gives You Tangerines ternyata diadaptasi dari cerita Hong Kyung Ja, perempuan yang kisahnya menginspirasi lahirnya tokoh Ae Sun. Kyung Ja lahir di tahun 1950. Dia kehilangan ibunya di usia 5 tahun dan terpaksa putus sekolah demi mengurus delapan adiknya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Kyung Ja menjadi haenyeo

Tak cuma jadi haenyeo, Kyung Ja juga gigih memperjuangkan kehidupan yang layak buat rekan kerjanya. Hal itu membuatnya diangkat jadi kepala desa perempuan pertama di Jeju pada 2004. Dia menjabat selama tiga tahun berturut-turut. Kyung Ja pun diganjar penghargaan. Termasuk, piagam Presiden pada 2012 atas jasanya memperjuangkan profesi haenyeo.

Sama seperti Ae Sun, Kyung Ja menikah dengan sahabat masa kecilnya. Suami Kyung Ja juga seperti Gwan Sik: pria green flag yang benar-benar ijo royo-royo. Dia setia mendampingi Kyung Ja di saat sulit maupun bahagia. Sampai-sampai, dia mendapat penghargaan Suami Terbaik oleh pemerintah Jeju di 2002 atas cinta dan dedikasinya buat keluarga. Mereka dikaruniai tiga orang anak, yakni dua anak laki-laki dan seorang putri. Suami Kyung Ja berpulang tujuh tahun lalu akibat kanker dan peradangan sendi kronis.

Satu Drama Sejuta Pesan

Gwan Sik dan Ae Sun
Dari Gwan Sik dan Ae Sun, kita serasa diberi pelajaran tentang tutorial menghadapi peliknya kehidupan. (Foto: Yoo Eun-mi/Netflix © 2025)

Cerita Gwan Sik dan Ae Sun, hingga sang putri sulung Geum Myeong, menyiratkan banyak pelajaran hidup. Ae Sun emoh disuruh menjadi haenyeo, profesi yang membuat ibunya meninggal dunia. Dia bercita-cita ingin kuliah dan menjadi penyair, sesuatu yang pada masa itu hanya bisa didapat oleh keluarga berduit. Meski akhirnya Ae Sun memilih membajak ladang dan menjadi petani kubis, agar bisa terus belajar dengan harapan bisa berkuliah dan mewujudkan cita-citanya. Dia menolak “mewariskan” pemikiran kolot bahwa perempuan tidak bisa punya cita-cita tinggi.

Sosok Gwan Sik dan Ae Sun juga banyak jadi couple goals. Mereka membangun hubungan yang setara. Mereka saling respek, mencintai, mendukung, dan menjadi “benteng” satu sama lain. Gwan Sik sigap membela istri ketika disakiti oleh mertua, sedang Ae Sun tak ragu membela suaminya saat direndahkan. Keduanya memastikan, anak-anak mereka tidak menjalani kehidupan keras yang dilalui mereka dulu.

Sikap tegas dan gigih Ae Sun juga menurun ke putri sulungnya, Geum Myeong. Dia jadi satu-satunya anak Gwan Sik dan Ae Sun yang berkesempatan kuliah di Seoul National University. Dia juga mengencani cinta pertamanya, Park Yeong Bum (Lee Jun Young), teman sekampus yang juga anak seorang politisi. Tapi, Geum Myeong tidak lantas buta pada cinta. Dia mempertahankan prinsip kalau perempuan layak mendapat kesempatan seluas-luasnya. 

Drama ini menciptakan karakter-karakter yang menentang pandangan patriarki Korea. Di era itu, anak laki-laki dianggap membawa kejayaan keluarga. Tapi, keluarga Gwan Sik dan Ae Sun berbeda. Di keluarga itu, justru sang putri sulung yang memiliki nasib paling baik. Geum Myeong dibebaskan meraih cita-cita.

Buat penonton, WLGYT juga jadi bahan perenungan tentang menjadi orang tua. Gwan Sik dan Ae Sun hidup pas-pasan, tapi tetap bisa mencukupi kebutuhan anak-anaknya. Mungkin, Geum Myeong sebagai putri sulung, tak paham kenapa ibunya begitu cinta dengan ayahnya dan puas dengan hidup yang itu-itu saja. Sementara Ae Sun, mungkin tidak paham mengapa Geum Myeong begitu ambisius, padahal apa yang dipunyai sudah lebih dari cukup. Proses keluarga ini menyelaraskan itu semua, adalah cermin yang bakal membuat penontonnya tersadar kalau hidup memang kadang kecut, kadang manis. Begitu terus, berganti-ganti. 

Tugas Berat IU dan Park Bo Gum 

Gwan Sik dan Ae Sun
IU dan Park Bo Gum mendapat tugas besar ketika menerima tawaran main di drama ini. Untungnya di balik layar mereka sahabatan, sehingga tidak sulit menciptakan chemistry. (Foto: Yoo Eun-mi/Netflix © 2025)

Park Bo Gum, 31, dan IU, 32, mengakui, enggak sulit membangun chemistry buat peran Gwan Sik dan Ae Sun. Sebab, keduanya adalah sahabat baik di balik layar. Mereka juga sebelumnya pernah ada di satu proyek iklan ramen pada 2012. 

Bo Gum menyempatkan datang ke konser IU sebagai bintang tamu. “Terus terang aku deg-degan banget. Kukira, aku akan berada di panggung bareng dengan dia (IU), tapi ternyata aku sendirian di sana,” kata Bo Gum di salah satu vlog IU. Sementara itu, IU memuji Bo Gum yang tidak kenal lelah dan totalitas. “Di antara jeda take adegan pas syuting drama ini, dia enggak ada capeknya. Kalau aku mungkin sudah minta waktu istirahat, karena adegan kami sulit. Tapi Bo Gum bilang ke sutradara, maafkan aku, seharusnya aku bisa lebih baik lagi tadi,” kata IU.

Di WLGYT, IU berkesempatan memerankan dua karakter utama sekaligus: Ae Sun dan Geum Myeong. Dia mengaku sempat ragu-ragu bisa menjalankan tugas berat itu. Namun, buatnya, hal tersulit justru ada pada tugas narator. Di sepanjang drama, IU membacakan narasi karakter Ae Sun sejak muda hingga di masa tua.

“Kami mengerjakan narasinya selama dua bulan, dengan revisi yang enggak terhitung jumlahnya. Bahkan sampai versi finalnya diserahkan ke Netflix, kami masih ada revisi dikit-dikit,” kata IU dalam wawancara dengan Korea JoongAng Daily. Dia mengaku, kesulitan utamanya adalah ‘menjiwai’ narasi Ae Sun di usia tuanya. Beruntung, kerja keras itu terbayar. Ibunya bahkan resmi jadi fans WLGYT. “Dia selalu menonton proyekku dan mengecek aktingku. Tapi kali ini, dia fokus penuh ke ceritanya,” imbuhnya.

Bo Gum juga menantang dirinya di WLGYT. Dia mengaku adegan berenang di tengah laut benar-benar dia lakukan sendiri tanpa pemeran pengganti. “Bukan masalah besar, sebenarnya, karena aku suka berenang dan berada di air. Tapi, di laut ada gelombang, jadi aku harus berenang berkali lipat lebih kuat agar bisa mencapai titik tujuan,” ujarnya.

Jadi Gwan Sik Versi Senior, Park Hae Joon Minder 

Park Hae-joon (kiri) memerankan Yang Gwan-sik versi senior. (Foto: Yoo Eun-mi/Netflix © 2025)

Sebelum WLGYT, Park Hae Joon, 48, dikenal sebagai perannya sebagai si hidung belang. Tak lain dan tak bukan gara-gara aktingnya sebagai Lee Tae Oh di The World of the Married. Namun, image itu berhasil dihapus lewat peran Gwan Sik. Hae Joon mengaku, peran Gwan Sik lebih sulit daripada jadi Tae Oh. 

“Memerankan karakter enggak tahu malu membuatmu tertantang, karena aku bisa ‘menjadi’ seseorang yang perilakunya mustahil kulakukan di dunia nyata. Tapi karakter Gwan Sik ini lebih susah karena membuatku merenung dan membandingkannya dengan diriku sendiri,” ujarnya dalam konferensi pers. Dia merasa minder dengan Gwan Sik, yang menurutnya adalah sosok suami dan ayah yang ideal. “Aku mikir, ‘memang aku pantas ya dapat peran ini?’ Setelah syuting rampung, saat pulang dan melihat istriku, aku berjanji untuk memperlakukannya dengan lebih baik,” tegas Hae Joon.

Buat peran Gwan Sik, khususnya di adegan rumah sakit, Hae Joon menurunkan bobot hingga 7–8 kg untuk menunjukkan penampilan yang dramatis. Selama dua pekan, dia berpuasa air. Bahkan, tidak minum saat syuting dilakukan agar mendapatkan ilusi tubuh kurus kering.  

Moon So Ri Teringat Ibu Ketika Perankan Ae Sun Versi Tua

Moon So-ri berperan sebagai Oh Ae-sun versi senior. (Foto: Yoo Eun-mi/Netflix © 2025)

Moon So Ri, 50, memerankan versi sepuh Ae Sun. Dia menilai, peran itu sangat bernilai buatnya. So Ri banyak merenungi diri serta hubungannya dengan sang ibu selama membaca naskah maupun akting. Sebab, Ae Sun amat mirip dengan ibunya. “Ae Sun lahir di tahun 1951, ibuku di tahun 1952. Dia menikah muda, melahirkan aku di umur 22 tahun, dan menjalani hidup dengan sangat ulet,” ungkapnya dalam wawancara dengan The Korea Times.

So Ri mengaku, peran Ae Sun ibu-ibu banget. Sebab, selama syuting, melakukan tugas domestik yang memang biasa dia lakukan. Ia mengaku sempat baper dan emosional saat beradu akting dengan IU, yang memerankan sang putri Geum Myeong.

Puncaknya, saat adegan Ae Sun melukis laut, kondisi fisik So Ri dan lingkungan seperti tak mendukung. Cuaca buruk, hanya sempat cerah sebentar saat take dilakukan. So Ri juga sempat sakit dan tak bernafsu makan. “Tahu-tahu, aku ada di IGD setelah syuting,” ungkapnya. Dia menambahkan, Hae Joon –yang memerankan versi tua Gwan Sik– juga mengalami hal serupa.

Kim Seon Ho Jadi Cameo, Berasa Dapat Dessert Setelah Main Course   

Gwan Sik dan Ae Sun
Kim Seon-ho bermain sebagai Park Chung-seop. Penampilannya bikin pangling. (Foto: Yoo Eun-mi/Netflix © 2025)

Salah satu cameo paling mencuri perhatian di drama ini adalah Kim Seon Ho. Kemunculannya sebagai Park Chung Seop sempat tidak dikenali. Maklum, Seon Ho jadi sadboy dengan penampilan acak-acakan. Dia memerankan seniman perintis yang hidup seadanya, yang bahkan buat cukuran pun tak sempat.

Di episode akhir, barulah pesona Chung Seop muncul. Karakter yang dimainkan Seon Ho terasa seperti dessert alias hidangan penutup yang manis. Bahkan cuplikan adegan Seon Ho dan IU itu viral dan jadi challenge di media sosial. Tren itu juga bikin Supernatural, hits milik Ariana Grande yang dipakai jadi sound, ikutan viral. Saking happy-nya, Ariana Grande pun mengunggah kompilasinya –termasuk versi Seon Ho– di Instagram. “Aku cinta banget kalian semua, semua (video) ini membuatku tergelitik,” tulisnya.(*)

Kredit Foto: Yoo Eun-mi/Netflix © 2025

Penulis: Fahmi

Editor: Janesti

Janesti
Follow Me